ketika kita membicarakan tentang kemiskinan, maka yang kita temukan adalah sebuah kondisi yang paradoks. Mulai dari masalah formalisasi konseptual dan metode pengukuran yang konsisten dari formalisasi yang telah dibuat tersebut. (Asselin, 2015). Oleh karenanya di lapangan kita sering mendengar keluhan ketika bantuan-bantuan pemerintah kepada masyarakat miskin utamanya dalam distribusinya.
infosetyawan
Blog ini mencoba membantu anda mendapatkan ilmu pengetahuan dan hal-hal menarik dan mungkin anda butuhkan. semoga bermanfaat
Search This Blog
Thursday, May 12, 2022
Wednesday, May 11, 2022
Keris dalam Bingkai Sejarah
Berdasarkan catatan penelitian, diperkirakan keris yang ada di Indonesia sebagai senjata pertahanan diri telah ada sejak masa 230 M Pada masa Kerajaan Medangkamulan, tetapi hal ini masih dapat diperdebatkan dimana dalam dokumen kuno menunjukkan keris telah ada sebelum itu (Arifin dalam (Ariwibowo et al., 2017).
Wednesday, October 7, 2020
10 Tips Marketing Melalui Media Sosial
Saat ini media sosial menjadi sasaran media iklan yang efektif dan efisien sebagai salah satu strategi marketing untuk memperkenalkan perusahaan atau mengenalkan produk suatu perusahaan.
Thursday, April 23, 2015
Sepotong Kue tentang Diriku
Hmm..
bicara tentang diriku itu menurutku agak sulit, tapi saya merasa beberapa orang
bisa dengan mudah menebak diri saya. Kenapa saya bilang sulit, karena saya
adalah pemikir yang ‘agak dalam’. Saya senang merenung memikirkan sesuatu yang
saya senangi pada saat itu. Saya cenderung menyenangi suatu tema yang berawal
dari akar dan berujung pada dampaknya, seperti logika sebab dan akibat. Tentu
saja berawal dari pemikiran itu, saya sangat senang
sekali jika membicarakan masalah filsafat. Meskipun saya sendiri tak begitu
banyak referensi tentang filsafat itu sendiri, saya banyak mempertanyakannya
melalui diri sendiri dan berusaha menjawabnya. Kadangkala saya browsing tentang
filsafat dan dengan senang membacanya. Jika kamu suka filsafat, saya dengan
senang hati diajak Ngobrol hehhe…
Friday, April 17, 2015
Yang Tak dapat Diungkapkan
Tepikirkan olehku
Apakah yang pasti?
Melayang dalam angan
Jawaban demi jawaban tak pasti
Tak mengerti
Karena Bahasa sendiri tidaklah sempurna
Logika-pun tak mampu menjawab
Dan jika yang sempurna adalah impian
Impian yang tak pula dapat kita kenal secara
pasti
hanya perlu percaya
Percaya yang tak perlu diungkapkan
Karena ungkapan manusia hanya dapat melalui
bahasa dan angka
Maka biarlah apa yang tak dapat diungkapkan
menjadi rahasia disana
Toh Melihat sisi koin yang tak sempurna sudah
cukup menjadi bukti
Bukti akan adanya kesempurnaan.
Tapi Aku sadar
saya sendirilah yang akhirnya membedakan nilai
antara sisi koin yang tak memiliki nilai.
Karena nilai adalah logika.
Karena yang tak terungkapkan pun tak dapat
diungkapkan secara logika maupun indra
Sunday, October 26, 2014
Filsafat Jostein Gaarder dalam Novel Dunia Sophie
Semenjak saya
menginjak SMP saya selalu penasaran dengan hal-hal yang ada di sekitar saya,
saya selalu merasa ingin tahu, saya
selalu membuat pertanyaan pada diri sendiri dan menjawabnya secara sendiri atau
berdiskusi dengan sahabat saya. Ke ingin-tahuan yang besar itu membawa saya pada
ranah filsafat. Waktu itu saya selalu ingin menjawab, kenapa saya ada, untuk
apa saya ada, kenapa saya berbentuk seperti ini, kenapa tidak dalam bentuk
lainnya saja. Hingga pada akhirnya saya menemukan Buku Dunia Sophie karya
Jostein Gaarder di Gramedia selepas saya lulus kuliah.
Dunia Sophie
karya Gaarder bukanlah karya Gaarder yang pertama kali saya baca, saya lebih
dahulu membaca “Maya”. Melalui “Maya” inilah saya berkenalan dengan dunia
filsafat meski melalui novel, (hehe, soalnya saya pusing baca buku teorinya). Menurut
saya, Maya adalah karya yang bagus, tetapi sedikit berat. Oleh karenanya ketika
di Gramedia ada karya Jostein Gaarder yang lain apalagi dilabeli dengan Best
Seller, saya membelinya.
Oke sudah cukup
basa-basinya, kita langsung ke isinya. Ketika saya pertama kali
membacanya, saya langsung dihadapkan pada pertanyaan waktu SMP saya itu. “siapakah
kamu?” ya mirip dengan kisah di dalam novel ketika tokoh utama bernama “Sophie”
mendapat surat misterius bertuliskan “siapakah kamu?”. Dari situlah perjalanan
panjang Sophie mendalami dunia filsafat dimulai. Hehehe….
Disini saya
tidak membahas isi cerita didalam novel tetapi saya hanya akan membahas kajian
filsafat didalamnya yang mana sangat banyak pemikiran tokoh-tokoh filsafat
digambarkan, berikut adalah review-nya:
Monday, May 5, 2014
Manusia dan Tuhan
apa yang saya tulis di sini adalah sekedar pemikiran saya, saya tidak bermaksud untuk menjelekkan agama manapun. dan tentu saja di sini saya hanya mencoba menganalisis agama berdasarkan akal terbatas saya, bukan berdasarkan kebenaran agama yang hakiki. saya tidak mewajibkan anda untuk meng"iya"kan atas apa yang saya tulis. karena ini hanya berdasarkan pemikiran saya yang penulisannya pun tidak berdasarkan pengetahuan agama yang mendalam, dan menurut saya mungkin masih belum baik, terbatas, dan masih sangat bodoh bahkan gila hehehe. saya menjamin bahwa tulisan saya tidak akan berpengaruh pada kepercayaan anda terhadap tuhan dalam agama anda. tenang saja hehehe. karena menurut saya pemikiran ini tak menambah pengetahuan apapun karena sifat pemikiran saya yang nol ke nol. silahkan untuk melanjutkan membacanya.
Subscribe to:
Posts (Atom)