Search This Blog

Monday, May 5, 2014

Manusia dan Tuhan

apa yang saya tulis di sini adalah sekedar pemikiran saya, saya tidak bermaksud untuk menjelekkan agama manapun. dan tentu saja di sini saya hanya mencoba menganalisis agama berdasarkan akal terbatas saya, bukan berdasarkan kebenaran agama yang hakiki. saya tidak mewajibkan anda untuk meng"iya"kan atas apa yang saya tulis. karena ini hanya berdasarkan pemikiran saya yang penulisannya pun tidak berdasarkan pengetahuan agama yang mendalam, dan menurut saya mungkin masih belum baik, terbatas, dan masih sangat bodoh bahkan gila  hehehe. saya menjamin bahwa tulisan saya tidak akan berpengaruh pada kepercayaan anda terhadap tuhan dalam agama anda. tenang saja hehehe. karena menurut saya pemikiran ini tak menambah pengetahuan apapun karena sifat pemikiran saya yang nol ke nol. silahkan untuk melanjutkan membacanya.




berbicara umur hubungan antara manusia dengan tuhan, adalah berbicara hubungan semenjak manusia telah ada di muka bumi ini. manusia telah mencari keberadaan tuhan sebagai jawaban atas pemikiran manusia yang selalu menggunakan logika dualis. benar-salah, siang-malam cahaya-bayangan, dan sebagainya. ketika berbicara awal munculnya agama akan selalu berhadapan dengan logika dualis  di mana ada awal di sana akan selalu ada akhir. "awal" menjadi semacam misi manusia di dunia mendekati tuhan untuk mencapai akhir yang "indah". pemikiran inilah yang menurut saya agama kemudian muncul. untuk menjawab mengapa manusia ada di dunia. agama menjadi serangkaian aturan-aturan  tuhan kepada umat manusia untuk mencapai akhir.

akhir menjadi sebuah penanda bagi manusia bahwa tugasnya telah "selesai" atau bahkan "tidak selesai". oleh sebab itu aturan-aturan dalam agama selalu menuju pada akhir yang baik atau akhir yang buruk dan tentu saja kita tentu dihadapkan surga dan neraka. surga bagi yang selesai dan neraka bagi yang tidak selesai. oleh karena itu surga dan neraka ada di hampir semua agama di dunia. neraka menjadi semacam peringatan kepada manusia yang tidak taat aturan-aturan agama. sedangkan suurga menjadi semacam ganjaran kepada umat manusia yang telah taat pada aturan dalam agama tersebut.

pola hubungan manusia dan tuhan menjadi  semacam pola analisis yang tentu dapat kita lihat dari sisi berfikir saya, sebenarnya hubungan manusia dan tuhan adalah jawaban manusia menjawab mengapa manusia begitu lemah dan kecil terhadap alam.  alam selalu diidentikkan dengan hukum yang sangat kuat dan teratur. dan manusia menjadi bagian di dalamnya. alam menjadi senjata tuhan untuk "menghukum" manusia yang "jahat" dan tidak taat aturan.  manusia kemudian melihat dirinya yang lemah, terbatas, dan tentu saja kemudian manusia dihadapkan pada kenyataan atau semacam "takdir tuhan" yaitu mereka harus "mati" (akhir).

kita melihat bahwa kematian menjadi semacam pukulan berat bahwa manusia adalah "benda" yang lemah. kemudian logika dualis muncul dalam alam pikiran manusia mereka harus "menemukan yang kuat". siapakah yang kuat? tentu saja "tuhan". setelah mereka menerima adanya kekuatan diluar kemampuan manusia tersebut mereka lalu menciptakan visual tuhan menurut perspektif mereka masing-masing. tuhan adalah manifestasi mereka yang kuat. dan tentu saja, setelah manusia "menemukan" tuhannya, mereka haruslah mentaati aturannya.

kita melihat bahwa dalam agama, "ego" manusia muncul, mengapa mereka diciptakan harus lemah? tidakkah manusia selalu ingin lebih kuat dari yang sekarang ini?. kita tahu manusia adalah makhluk yang "cerdas",  setelah manusia menemukan tuhannya dan tentu mentaati aturannya, kemudian berkembang menjadi mencintainya, manusia kemudian merasa dirinya dekat dengan tuhan, menjadikan mereka semacam "makhluk suci". dewa-dewa yang dahulunya manusia, atau nabi. dan sebagainya.  manusia-manusia suci ini kemudian yang dipercayai "bertemu dengan tuhannya" atau mungkin semacam bersatu dengan tuhan dan minimal dekat dengan tuhan. dan tentu saja dengan mudah mengabulkan setiap "keinginan" manusia suci untuk mencapai tujuannya. mereka selalu menjadi manusia-manusia legenda dalam setiap peradaban. dan siapa manusia yang tidak ingin seperti itu?.    

manusia kemudian belajar bahwa untuk menjadi kuat mereka haruslah dekat dengan tuhannya. minimal bukan sekarang di dunia, akan tetapi di akhir nanti. ya tentu saja mereka haruslah dekat, atau bersatu dengan yang namanya tuhan. benar sekali surga adalah tempat dewa dan tuhan bukan? atau minimal tempat orang suci yang pernah dekat dengan tuhan. dan tentu anda akan selalu dijanjikan dengan segala kenikmatan di surga jika taat aturan dan dekat dengan tuhan bukan?. anda tentu dapat melakukan apa saja yang anda inginkan, semua tersedia. jika itu semua benar terjadi, kita tentu tak ada bedanya dengan tuhan itu sendiri. bukankah begitu?  siapakah tuhan? ya benar sekali manusia itu sendiri. (tapi nanti setelah mati loh)

manusia kemudian melihat bahwa di sekelilingnya selalu terdapat perbedaan pendapat. pertentangan. surga dan tuhan selalu diidentikkan bagi manusia yang suci, baik hati, dan taat aturan agamanya. kemudian manusia yang tidak suci, jahat, dan tidak taat aturan tentu saja diidentikkan dengan "musuh" tuhan, mereka selalu dilambangkan dengan kekalahan telak oleh kekuatan "agama". iblis adalah lambang yang dianggap membangkang dari aturan tuhan. tempatnya dapat kita tebak hukuman bagi orang yang lemah yang tidak mau menjadi orang yang dekat dengan kekuatan terhebat tuhan, tempat mereka adalah neraka. dan akhir mereka adalah siksa abadi sebagai manusia lemah dan menentang agama mereka. 

manusia selalu tidak dapat menerima kenyataan bahwa dirinya memang lemah dan berakhir dengan mati, untuk itulah manusia "mencari" dunia setelah mereka mati. mencari jawaban untuk apa mereka hidup di dunia yang ujung-ujungnya didunia juga mereka berakhir dengan mati. manusia mencari dunia yang kekal abadi. di mana tidak ada kematian lagi, yaitu surga dan neraka. dan disitulah jawaban agama kenapa kita ada di dunia sebagai makluk yang lemah, dan memiliki tenggang waktu untuk taat pada agama atau justru menolaknya. tujuan kita bagi agama adalah memilih antara, baik atau jahat, surga atau neraka, tuhan atau iblis? atau "........"  pilih mana? hahaha klo saya sih pilih surga aja meski saya ga tau dan ga pernah liat kebenaranya... klo salah kan ga masalah.... hahaha 

No comments: