Semenjak saya
menginjak SMP saya selalu penasaran dengan hal-hal yang ada di sekitar saya,
saya selalu merasa ingin tahu, saya
selalu membuat pertanyaan pada diri sendiri dan menjawabnya secara sendiri atau
berdiskusi dengan sahabat saya. Ke ingin-tahuan yang besar itu membawa saya pada
ranah filsafat. Waktu itu saya selalu ingin menjawab, kenapa saya ada, untuk
apa saya ada, kenapa saya berbentuk seperti ini, kenapa tidak dalam bentuk
lainnya saja. Hingga pada akhirnya saya menemukan Buku Dunia Sophie karya
Jostein Gaarder di Gramedia selepas saya lulus kuliah.
Dunia Sophie
karya Gaarder bukanlah karya Gaarder yang pertama kali saya baca, saya lebih
dahulu membaca “Maya”. Melalui “Maya” inilah saya berkenalan dengan dunia
filsafat meski melalui novel, (hehe, soalnya saya pusing baca buku teorinya). Menurut
saya, Maya adalah karya yang bagus, tetapi sedikit berat. Oleh karenanya ketika
di Gramedia ada karya Jostein Gaarder yang lain apalagi dilabeli dengan Best
Seller, saya membelinya.
Oke sudah cukup
basa-basinya, kita langsung ke isinya. Ketika saya pertama kali
membacanya, saya langsung dihadapkan pada pertanyaan waktu SMP saya itu. “siapakah
kamu?” ya mirip dengan kisah di dalam novel ketika tokoh utama bernama “Sophie”
mendapat surat misterius bertuliskan “siapakah kamu?”. Dari situlah perjalanan
panjang Sophie mendalami dunia filsafat dimulai. Hehehe….
Disini saya
tidak membahas isi cerita didalam novel tetapi saya hanya akan membahas kajian
filsafat didalamnya yang mana sangat banyak pemikiran tokoh-tokoh filsafat
digambarkan, berikut adalah review-nya: