Semenjak saya
menginjak SMP saya selalu penasaran dengan hal-hal yang ada di sekitar saya,
saya selalu merasa ingin tahu, saya
selalu membuat pertanyaan pada diri sendiri dan menjawabnya secara sendiri atau
berdiskusi dengan sahabat saya. Ke ingin-tahuan yang besar itu membawa saya pada
ranah filsafat. Waktu itu saya selalu ingin menjawab, kenapa saya ada, untuk
apa saya ada, kenapa saya berbentuk seperti ini, kenapa tidak dalam bentuk
lainnya saja. Hingga pada akhirnya saya menemukan Buku Dunia Sophie karya
Jostein Gaarder di Gramedia selepas saya lulus kuliah.
Dunia Sophie
karya Gaarder bukanlah karya Gaarder yang pertama kali saya baca, saya lebih
dahulu membaca “Maya”. Melalui “Maya” inilah saya berkenalan dengan dunia
filsafat meski melalui novel, (hehe, soalnya saya pusing baca buku teorinya). Menurut
saya, Maya adalah karya yang bagus, tetapi sedikit berat. Oleh karenanya ketika
di Gramedia ada karya Jostein Gaarder yang lain apalagi dilabeli dengan Best
Seller, saya membelinya.
Oke sudah cukup
basa-basinya, kita langsung ke isinya. Ketika saya pertama kali
membacanya, saya langsung dihadapkan pada pertanyaan waktu SMP saya itu. “siapakah
kamu?” ya mirip dengan kisah di dalam novel ketika tokoh utama bernama “Sophie”
mendapat surat misterius bertuliskan “siapakah kamu?”. Dari situlah perjalanan
panjang Sophie mendalami dunia filsafat dimulai. Hehehe….
Disini saya
tidak membahas isi cerita didalam novel tetapi saya hanya akan membahas kajian
filsafat didalamnya yang mana sangat banyak pemikiran tokoh-tokoh filsafat
digambarkan, berikut adalah review-nya:
1. Thales
Konsep Thales tentang
filsafat menjawab asal-usul kehidupan dinyatakan dengan ”semua makhluk hidup
berasal dari AIR”. Karena air merupakan sumber kehidupan, Air sangat penting
peranannya bagi makluk hidup. Bahkan penelitian dalam mencari planet yang layak
dan dapat dihuni manusia sampai saat ini haruslah ada “AIR”-nya. Bahkan Thales
melangkah lebih jauh, bahwa sumber segala sesuatu adalah berasal dari “AIR”
tidak hanya kehidupan saja.
2. Anaximander
Anaximander
memiliki konsep dualistic, dimana ia beranggapan bahwa alam semesta ini pasti
ada batasnya, oleh karenanya alam
semesta diciptakan dari “yang tak terbatas”, zat yang tak pernah ada batasnya, bagi
Anaximander, sesuatu haruslah berasal dari sesuatu yang lain, yang beda yang
Unik dan yang tak dapat terpikirkan. Berbeda dengan Thales yang menganggap
bahwa sumber segala sesuatu yang berasal bagian dari alam yaitu “AIR”
3. Anaximenes
Menurut Anaximenes,
Alam semesta berasal dari udara dan uap yang membentuk empat elemen lainnya
seperti air, api dan tanah. Baginya air
berasal dari udara yang dipadatkan, sedangkan tanah adalah air yang juga
dipadatkan. Sedangkan api adalah udara yang dijernihkan dari unsur-unsur lain
seperti tanah atau air. Oleh karenanya
segala sesuatu menurut Anaximenes berasal dari udara.
Sampai disini
dulu pembahasan ini, saya akan melanjutkan review beberapa tokoh filsafat
lainnya dalam Buku Dunia Sophie lain waktu…
No comments:
Post a Comment